Rabu, 27 Maret 2013

Hati Itu Mudah Berbolak Balik

Lama sudah ga nengok blog-ku yang satu ini. Kalau diibaratkan rumah, pasti dah banyak sarang laba-labanya. Jarang dijamah soale. Hi hi... Kenapa tiba-tiba nengok blog yang ini nih? Gara-gara tertarik berafiliasi dengan Amazon. Yaelah... Ada angin apa pulak tiba-tiba pengen cari pendapatan.

Sebenarnya bukan sesuatu yang bisa mendatangkan ketenangan bagiku sibuk bisnis. Wong kebutuhan duniawi sudah sangat tercukupi, tanpa rasa khawatir. Penasaran. Ya, itu dia kata yang tepat. Penasaran, kok orang-orang itu gigih dengan usahanya mencari rupiah, demi rupiah dari sesuatu yang bernama internet. Apa ga capek ya berkutat dengan gadget. Apa hasilnya memuaskan hati.

Jikalau membaca kehidupan para pendahulu yang shaih, yang tinggi zuhudnya terhadap dunia, gigih ibadah dan usahanya menuntut ilmu, iri rasa hati ini. Ibarat mereka naik pesawat, sudah melesat jauh dari landasan. Sedangkan aku baru melihat dari pagar bandara dan berangan-angan kapan punya tiket naik pesawat. Serasa ingin seperti mereka, menghabiskan waktu, melelahkan diri untuk mendekatkan diri dengan Rabb-nya, tapi perhiasan dunia ini begitu menggiurkan. Melambai-lambai sampai aku terbuai. Memanglah betul Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan kita berdo'a, Yaa muqollabil quluub, tsabbit qolbi alaa diinik.

Memang agama kita tidak melarang kita mencari dunia. Tapi yang dilarang adalah terperdaya dengan dunia. Maka dari itu dalam mencari dunia pun ada aturannya. Sebelum dagang, harus tahu hukum-hukum syar'i perdagangan dahulu. Hmm, mungkin langkah inilah yang harus terlebih dulu kulakukan. Mencari ilmu...